Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan

Melanjutkan Studi Doktoral dan (Kebimbangan) Memilih Topik Penelitian Bagian 1

Apa kabar pembaca sekalian? Mudah-mudahan ditengah pandemi COVID-19, dan kebijakan pemerintah dalam pemutusan rantai penyebaran penyakit yang tidak konsisten ini, kalian dalam keadaan sehat walafiat. Pada artikel yang saya rencanakan untuk ditulis dalam dua bagian ini, saya hendak bercerita tentang rencana melanjutkan studi doktoral, atau lebih spesifiknya mengenai topik apa sebenarnya yang ingin saya teliti lebih lanjut. Jadi selain berguna untuk melihat sejauh mana pemikiran awam saya tentang dunia pendidikan ini, artikel ini lebih berguna untuk menyortir topik yang akan saya teliti, serta mengklarifikasi pikiran saya atas topik-topik tersebut.  Jadi, jika kalian merasa familiar dengan topik-topik ini dan mendapati kesalahan berpikir saya, mohon untuk dapat mengoreksinya, ya. Latar Belakang Pendidikan Saya Bagi kalian yang belum kenal, saya menyelesaikan sarjana keguruan dibidang Pendidikan Luar Biasa (PLB) , bidang yang berkaitan erat dengan ilmu mendidik siswa dengan disabilita...

Alumni Australia, Proyek Global, dan Menjadi Kepala Sekolah

Wah, sudah lama sekali saya tidak menulis diblog ini. Tulisan terakhir,  Seberapa Berani Kau Bermimpi,  yang bertanggal 29 Desember 2015 itu, adalah cerita terakhir yang saya bagikan sebelum saya memulai perkuliahan di Monash University, Australia. Soalnya, masa-masa belajar di Australia banyak dihabiskan untuk membaca dan menulis tugas kuliah, sih. Terutama tentang membaca. Saya rasa selama dua tahun kuliah di sana, jumlah bacaan saya baik yang bergenre ilmiah maupun tidak, jauh lebih banyak ketimbang empat tahun saya berkuliah sarjana. Jadi, saya sedikit memahami kenapa pemikiran-pemikiran hebat subur dan berkembangan di negara-negara bermazhab liberal arts seperti di Australia. Mari kita hitung secara matematis. Dijurusan Master of Education in Inclusive and Special Education  total ada delapan mata kuliah. Empat ditahun pertama dan sisanya ditahun kedua. Masing-masing mata kuliah memiliki jumlah tugas berupa esai akademik yang variatif.  Tapi, katakanlah, ...

Keniscayaan Sebuah Perubahan (Pendidikan)

Merintis sebuah pergerakan untuk perubahan memang tak pernah dilalui dengan langkah yang mulus, sekalipun sesuatu tersebut mendapatkan sokongoan berupa dana yang melimpah. Karena sejatinya perubahan itu berlangsung perlahan dan memiliki jenjang waktu tertentu. Tak ubahnya seperti ulat yang ingin bertransformasi menjadi kupu-kupu yang indah di taman. Ulat harus melewati masa-masa puasa, menjadi kempompong, hilang dari peredaran untuk sementara waktu, dan jika tiba waktunya akan keluar dari "rumah" yang telah menaunginya tersebut dan menjadi seekor kupu-kupu, yang biasanya indah. Untuk sebuah daerah atau kota besar, seperti Medan atau Banda Aceh kita ambil contoh, isu mengenai perubahan paradigma dan filosofi pendidikan, yang dinamis mengikuti perkembangan zaman yang dilewatinya, program Pendidikan Untuk Semua (Education for All)  dikenal juga dengan Pendidikan Inklusi, masih sangat asing ditelinga sebagian besar para pengambil kebijakan, dinas terkait, hingga guru. Terleb...

Sistem Pendidikan (Khusus) Kita, hai Indonesia!

Walah walah, sepertinya saya telah agak lama meninggalkan sarang peraduan tarian jemari untuk merangkai kata perkata menjadi tulisan. Terhitung hampir mendekati 2 bulan penuh saya tidak menumpahkan isi pemikiran kedalam sebuah tulisan. Mungkin karena kesibukan, atau mungkin juga karena saya yang enggan menulis. Entahlah, yang penting pagi ini, yang seharusnya tengah malam tadi, saya ingin membuat sebuah tulisan.  Dapat dikatakan kesibukan memang benar dapat menyita segala perhatian, itu pula agaknya telah menyeret saya untuk lebih sibuk untuk lebih mengikuti alur realita di dunia nyata daripada merangkai untaian kata dan menuangkan hasilnya disini, di dunia maya.  Mengenai kesibukan itu sendiri, sejak seminggu yang lalu. Tepatnya sekitar tanggal 1 juni, saya sudah disibukkan dengan undangan untuk mengikuti sebuah Workshop mengenai Pengembangan Program Pembelajaran Pendidikan Khusus di Kota Bandung. Tepatnya, tanggal 3 juni saya berangkat ke Bandung. Namun, karena har...

Saya Memilih Untuk Tidak Memilih

Pesta demokrasi! Begitulah yang sering saya dengar, baca, serta saksikan di media-media seperti Televisi, bahkan dari hingar bingar bisik tetangga. Ya, hari ini Indonesia melalui rakyatnya yang berjumlah kurang lebih 240 juta jiwa memilih. Memilih wakil-wakilnya yang akan duduk di Kursi "panas" Parlemen, memilih wakil-wakilnya yang telah berulang kali meminta untuk dipilih, memilih wakil-wakilnya yang seperti terkena sambaran petir dalam 2 bulan kebelakang, dengan secara tiba-tiba saja "merakyat" dan berjanji untuk "menyuarakan" suara rakyat yang diwakilinya.  Pada pesta Demokrasi kali ini, rakyat diberikan sebesar-besarnya kebebasan untuk memilih calon-calon wakilnya di Parlemen, kesempatan itu juga seharusnya berbanding lurus dengan kesempatan untuk tidak ikut serta dalam pemilihan. Namun, masih juga ada beberapa pihak yang memaksakan "kewajiban" untuk memilih, dan Saya sendiri Memilih Untuk Tidak Memilih. Beragam argumen, analisa, hin...

Guru Itu (Wajib) Wirausahawan

Hampir berakhir bulan diawal tahun ini, namun saya belum juga menuliskan bahan lanjutan yang bisa dijadikan rangkaian kalimat membentuk sebuah tulisan yang dapat dinikmati, setidaknya oleh saya sendiri (Haha). Sebenarnya banyak waktu dan beberapa materi yang bisa saya jadikan tulisan, namun belum menemukan timing dan positioning yang tepat . (Halah!) Selain sekarang fokus dengan beberapa bahan yang nantinya angkat saya angkat untuk dijadikan riset, independen jika memungkinkan, saya juga masih sibuk dengan beberapa project lingkungan dan pekerjaan yang saya lakukan. Pekerjaan, ya benar. Saya - setidaknya hingga detik tulisan ini diturunkan - bukan tipikal orang yang suka mencari pekerjaan, dan berharap untuk menjadi pegawai nantinya. Disamping sudah terbiasa dengan kerja lepas, freelance istilahnya, ketika kuliah dulu, saya juga ingin merubah paradigma masyakarat, minimal di daerah saya, bahwa kerja itu harus pegawai/di kantor/di sekolah. Benar, paradigma yang sangat tradisional ...

Olimpiade, Persiapan Atau Kejar Tayang?

Gambar
Huaaah...!!! Mungkin itu sebuah kata yang bisa membantu saya untuk mengungkapkan segenap perasaan yang ada dalam benak pikiran selama seminggu kebelakang. Betapa tidak, (cukup) banyak kegiatan yang saya lakukan dalam satu minggu ini yang menguras tenang, pikiran, kesehatan mental dan jiwa (nah!)  Perasaan yang tercipta juga beragam, senang, puas, lemas, dan ah begitulah tidak sedap rasanya mengungkapkan dengan beberapa rangkaian kata, biarlah itu semua menjadi rahasia saya (hoho). Dimulai dari kegiatan  solo-riding  yang mengawali minggu ini, menjadi supir buat kegiatan (sekolah) ayah selama sehari semalam dipertengahan minggunya, hingga pada hari ini sukses (membantu) penyelenggaraan sebuah seleksi olimpade matematika yang diselenggarakan oleh Turkey Billingual School, yang juga dikenal dengan Fatih atau juga PASIAD, Banda Aceh.  Dalam pembahasan kali ini, saya ingin membahas dan meninjau kegiatan yang diadakan tersebut, syarat manfaat!  Seleb...