Postingan

Mau tulis apa

Tulisan ini sebenarnya ingin saya turunkan ditanggal 1 April 2014 kemarin, tapi yaaah, begitulah.. Lebih dan kurang sekitar 5 bulan saya "puasa" menuangkan rangkaian melodi kehidupan dalam tulisan-tulisan. Yah, saya sendiri juga bingung mau nulis apa. Berhubung banyaknya agenda-agenda yang ingin saya eksekusi dalam kepala, walaupun hanya beberapa yang menjadi nyata. Menunda-nunda, atau isilah lainnya Procrastination? Ah, mungkin saja. Meskipun satu persatu target tahunan saya mulai menjadi jelas. Namun demikian, tak dapat saya pungkiri beberapa kegiatan di dunia nyata turut menyeret saya untuk melakukan penundaan tersebut. Dengan adanya beberapa kegiatan yang benar-benar menyita waktu saya untuk belajar dan terus belajar. Yah, saya menghabiskan akhir tahun dan awal tahun saya dengan sedikit lebih intensif untuk belajar. Saya juga kembali meratapi kebodohan diri disana-sini, setelah kembali mengulas potongan dan kepingan ilmu yang hanya saya tahu secuil demi sec...

Ontel, 1 Muharram 1436 Hijriah, and The (forgotten) Golden Age.

Gambar
Ah, Kampung Inggris. Telah saya habiskan beberapa hari di sebuah desa, di daerah Pare, yang kondisi sosial-pendidikan masyarakat di tempat tersebut salah satunya bertopang dari ratusan lembaga kursus bahasa, Inggris salah satunya, menjamur. Layaknya jenis yang mendapatkan pupuk dan pengairan terbaik. Kondisi kampungnya tak jauh berbeda dari kampung-kampung lainnya, seperti akses jaringan internet, yang lebih mengutamakan penggunaan layanan internet kabel. Dan saya sebagai seorang pengguna internet yang bergantung pada kondisi jaringan harus sering-sering mengelus dada, dalam-dalam. Yah, sinyal internet, provider saya utamanya, merupakan satu hal yang tidak tertular kejayaan di daerah ini. Namun, dibalik itu semua, Kampung Inggris memiliki corak, warna, dan daya tarik tersendiri. Yah, namanya juga kampung, pastilah tidak banyak berbeda dari keadaan dan suasana kampung-kampung lainnya dibelahan penjuru Nusantara tercinta. Namun, tetap ada juga hal membedakannya dari daerah-daer...

Pendampingan, Sebuah Project untuk English-Area

Gambar
23 Oktober 2014 Beberapa hari sebelum tanggal tersebut, saya mendapatkan tawaran dari ayahanda, untuk mendampingi siswa Sekolah Sumber guna melaksanakan program belajar ke Kampung Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur. Sebuah awal dari project yang digalang, untuk menciptakan semacam English-Area, yang pada awalnya terkhusus di kawasan asrama Sekolah Sumber Pembina Aceh Tamiang. Saya, bersama dengan tim dari RIM lain, yang sedang gencar-gencarnya melakukan program sosialisasi dan workshop untuk membentuk Sekolah Sumber sebagai salah satu syarat untuk terciptanya kondisi ideal Pendidikan Inklusi, terpaksa harus memutar otak . Untuk melanjutkan program-program tersebut atau menundanya, untuk sementara. Sampailah akhirnya ayah memaparkan program-program yang akan dilaksanakan nantinya hingga harus memberangkatkan beberapa perwakilan siswa ke Pare. Dengan seksama saya mendengarkan, mencermati, serta menimbang barang berapa kali timbang terhadap pemaparan tersebut. dan akhirnya saya m...

Teman dan Kopi, dan juga (banyak) prihal tentang Wanita.

Gambar
Ah, teman. Selalu saja ada cerita yang terjadi ketika berhadapan dengan makhluk tuhan dalam entitas kita sebagai makhluk sosial ini. Baik itu cerita yang akan segera dirajut, yang sedang berjalan, atau sekedar melepaskan luapan beberapa kenangan masa lalu yang masih terpatri dalam memori jangka panjang, terlebih kenangan konyol bin banyol usia belasan sekelompok ABG labil. Haha, benar. Saya rasa memang tahapan tingkat kedewasaan manusia sudah sedikit mengalami pergeseran dan penambahan dari definisi awal beberapa ahli dalam kurun satu dekade silam. Ada penambahan tahapan sebelum seseorang itu disebut manusia dewasa. Ya, ABG dengan embel-embel labil merupakan tahapan perkembangan tersebut. Tadi malam, saya kembali bertemu dengan komplotan manusia yang dulunya tergolong kategori yang saya bahas diatas, tidak, sekarang komplotan tersebut sedikit demi sedikit sudah mulai dipaksa untuk mencerna realita kehidupan. Kategori tersebut berlaku sekitar satu dekade silam. Dan sayapun menyada...

Sosialisasi dan Diskusi Lanjutan Mengenai Sekolah Sumber

Gambar
Kemarin, atau tepatnya tanggal 25 september 2014, saya dan teman-teman dari Rumah Inklusi Madani (RIM) kembali menggelar prosesi sosialisasi dan diskusi kepada Guru-Guru di Sekolah Sumber (SLB, red). Kegiatan yang kami adakan ini adalah lanjut dari kegiatan sosialisasi dan nantinya, workshop, kepada guru-guru di sekolah tersebut yang telah diawali pada tanggal 13 september 2014 sebelumnya. Kegiatan yang dilakukan kemarin masih membahas dan menginformasikan kepada guru-guru di sekolah tersebut akan peran mereka nantinya ketika telah berbicara mengenai Sekolah Sumber dalam konteks Pendidikan Inklusi. Dalam kegiatan tersebut kami, dari pihak RIM, memaparkan hal-hal atau pekerjaan tambahan yang nantinya akan dilakoni oleh guru sekolah sumber ketika program sekolah sumber tersebut telah berjalan tentunya. Sebenarnya, program kegiatan tersebut memang telah dilaksanakan oleh guru-guru di sekolah tersebut, dan juga guru-guru di sekolah sumber lainnya. Namun, terkadang kegiatan tersebu...

Sosialisasi Rumah Inklusi Madani, dan Setapak Gerakan

Gambar
Seperti artikel yang saya tulis bulan lalu, ya memang bulan-bulan ini saya dihadapkan dengan situasi yang sedikit menyita waktu hingga tak bisa mengalokasikan sepersekian jamnya untuk menulis, mengenai  Perubahan dibidang Pendidikan . Saya dan teman-teman dari Rumah Inklusi Madani (RIM) menindak lanjutinya dengan program dari lembaga kami, yakni melakukan Sosialisasi kepada Pusat Sumber (SLB, red) tentang transformasi peran mereka nantinya. Dari yang secara umum lebih banyak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hingga nantinya dapat juga melaksanakan tugas sebagi pusat konsultasi guru dalam pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah pada umumnya. Sekitar 18 guru dari Pusat Sumber tersebut hadir dalam kegiatan yang diinisiasi oleh RIM, tentu saja dengan uluran tangan dan bantuan dari pihak Pusat Sumber sendiri, kami mengadakan kegiatan singkat sosialisasi dan diskusi tentang pendidikan inklusi. Nah, ini adalah salah satu wacana yang kami angkat untuk men...

Keniscayaan Sebuah Perubahan (Pendidikan)

Merintis sebuah pergerakan untuk perubahan memang tak pernah dilalui dengan langkah yang mulus, sekalipun sesuatu tersebut mendapatkan sokongoan berupa dana yang melimpah. Karena sejatinya perubahan itu berlangsung perlahan dan memiliki jenjang waktu tertentu. Tak ubahnya seperti ulat yang ingin bertransformasi menjadi kupu-kupu yang indah di taman. Ulat harus melewati masa-masa puasa, menjadi kempompong, hilang dari peredaran untuk sementara waktu, dan jika tiba waktunya akan keluar dari "rumah" yang telah menaunginya tersebut dan menjadi seekor kupu-kupu, yang biasanya indah. Untuk sebuah daerah atau kota besar, seperti Medan atau Banda Aceh kita ambil contoh, isu mengenai perubahan paradigma dan filosofi pendidikan, yang dinamis mengikuti perkembangan zaman yang dilewatinya, program Pendidikan Untuk Semua (Education for All)  dikenal juga dengan Pendidikan Inklusi, masih sangat asing ditelinga sebagian besar para pengambil kebijakan, dinas terkait, hingga guru. Terleb...